SORE itu, ruangan konferensi pers di Stadion Camp Nou, Barcelona, penuh sesak oleh sejumlah pemain, manajemen klub, dan wartawan. Puluhan kamera foto dan video sudah berdiri tegap di barisan belakang kursi di ujung ruangan. Ratusan juta pasang pecinta sepak bola dunia pun tertegun menjaga asa, menunggu keputusan seorang pelatih fenomenal bernama Josep Guardiola i Sala.
"Pep Guardiola tidak akan melanjutkan perannya sebagai pelatih musim depan. Terima kasih untuk pekerjaan dan cintamu," demikian yang diucapkan Presiden Barcelona, Sandro Rosell, saat membuka jumpa pers tersebut.
Ucapan itu kemudian dengan cepat menyebar ke seluruh dunia, melalui jaringan televisi yang disaksikan ratusan pecinta sepak bola. Sejumlah media internasional pun memuat pemberitaan tersebut di halaman depan medianya masing-masing. Konferensi pers itulah yang kemudian menjadi akhir perjalanan emas pelatih tersukses dalam sejarah Barcelona.
Sebutan perjalanan emas ini memang bukan tanpa alasan. Kurang lebih, sepanjang empat tahun terakhir, pecinta sepak bola telah dihibur sebuah klub dari planet lain, bernama Barcelona. Tak bisa dipungkiri, kisah sukses itu tidak bisa dilepaskan dari peran Guardiola, yang sejak musim 2008/2009, telah menciptakan standar tinggi untuk dilawan klub mana pun di dunia.